IQNA

Penerjemah Alquran dan Mubaligh Kenamaan Asal  Afrika Timur Meninggal Dunia

8:19 - January 04, 2026
Berita ID: 3483230
IQNA - Syekh Ali Jumaa Mayunga, seorang penerjemah Alquran dan mubaligh terkemuka di Afrika Timur, telah meninggal dunia setelah menderita sakit yang lama.

Menurut Iqna, Syekh Ali Jumaa Mayunga meninggal dunia pada malam tanggal 11 Rajab 1447 H di Dar es Salaam setelah menderita sakit dalam waktu yang lama. Kehilangannya merupakan kekosongan besar bagi komunitas Muslim Tanzania dan para pengikut mazhab Ahlulbait (as) di Afrika Timur.

Berikut adalah pesan belasungkawa dari Konsulat Kebudayaan Iran di Dar es Salaam:

Bismillahirrahmanirrahim

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun

Dengan kesedihan dan duka cita yang mendalam, jiwa mulia Syekh Ali Jumaa Mayunga, seorang mubaligh terkemuka di Afrika Timur, penerjemah Alquran dan penolong terpelajar bagi komunitas Syiah di Tanzania, telah wafat setelah lama menderita sakit.

Kehilangan yang memilukan ini merupakan kehilangan besar bagi komunitas Syiah dan seluruh Muslim di Tanzania dan Afrika Timur. Pusat Kebudayaan Iran di Dar es Salaam menyampaikan belasungkawa kepada semua pencinta Alquran, pelajar, penggemar, dan keluarga almarhum atas musibah yang menyedihkan ini, dan mendoakan almarhum mendapatkan kedudukan tertinggi dan kebersamaan dengan Ahlulbait (as), serta kesabaran dan pahala bagi keluarga yang ditinggalkan.

Syekh Ali Jumaa Mayunga adalah seorang cendekiawan dan penulis Islam terkemuka, serta pembela mazhab Ahlulbait (as) yang terkemuka di Afrika Timur. Lahir pada tahun 1947 di Tabora, Distrik Igunga, sejak usia muda ia menunjukkan minat yang besar pada pendidikan agama, refleksi tentang isu-isu Islam, dan penelitian tentang sejarah Islam.

Almarhum mengabdikan dirinya untuk mempelajari sumber-sumber Islam secara mendalam, yang menjadikannya seorang spesialis dalam akidah, tafsir, sejarah, dan fikih Islam.

Selama perjalanan penelitian dan ilmiahnya ke Mombasa (Kenya) pada tahun 1986, dalam debatnya yang panjang lebar dengan para ulama di sana, khususnya dengan ulama terkenal Syekh Abdullah Nasir, ia mengenal pesan Ahlulbait (as) dan, setelah memahami pesan Syiah, ia memilih untuk mengikuti mazhab Ahlulbait (as).

Penelitian mendalamnya tentang sejarah Islam, kepemimpinan setelah Nabi Muhammad saw, dan kedudukan Ahlulbait (as) dalam Islam, yang disertai dengan keberanian, kebijaksanaan, ketegasan, dan argumen ilmiah yang spesifik, memainkan peran penting dalam memperkenalkan mazhab Ahlulbait (as) kepada masyarakat berbahasa Swahili di Afrika Timur. Banyak argumennya, yang tidak didasarkan pada argumen dan emosi, tetapi pada Alquran, hadis-hadis sahih, dan sumber-sumber sejarah Islam, merupakan hal baru bagi umat Islam di negeri ini.

Ia adalah seorang guru, mentor, dan pembimbing bagi banyak mahasiswa ilmu agama yang hingga kini terus membawa panji kebanggaan mazhab Syiah di Afrika Timur.

Ia meninggalkan banyak karya tulis ilmiah yang akan tetap dikenang. Karya-karya tersebut meliputi terjemahan dan tafsir Alquran (Qurani Tukufu), Rencana Komunitas Islam Hasil Saqifah, dan tafsir doa Kumail. Buku-buku ini telah menjadi referensi penting bagi mahasiswa ilmu agama, guru, dan peneliti urusan Islam di dalam dan luar Tanzania. (HRY)

 

4326534

captcha